Selangkangan… Selangkangan… Selangkangan

Sejumlah media trs mengawal tentang kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak. Terakhir, pelecehan terjadi di Tangerang Selatan.

Seorang ayah melecehkan putri kandungnya yang masih berusia 8 tahun. Sang pelaku merupakan mantan bupati dan purnawirawan TNI!

Sebelumnya, ada Emon, sang predator anak dari Sukabumi. Dia mengaku menyodomi lebih dari 140 anak. Wow!

Kenapa ya di pikiran sebagian lelaki itu penuh dengan selangkangan? Terlebih dengan pengalaman pribadiku. Alhamdulillahnya, aq bukan korban pemerkosaan atau sodomi.

Tapi lelaki pernah melecehkan saya. Waktu itu, aq masih duduk di kelas lima sd.

Kebetulan, saat sd, perawakanku bongsor. Sudah pantas kalau jadi anak smp kalau kata kakekku.

Teringat jelas, kejadian itu terjadi saat puasa. Aq, ibu dan adekku yg cewek sedang jalan2 ke matahari. Kami berniat membeli baju untuk Lebaran. Kami pun naik ke lantai dua pusat perbelanjaan itu.

Baru aja tiba di ujung eskalator, kami berpapasan dengan gerombolan pemuda. Mungkin usia mereka masih di awal 20.

Kejadiannya berlangsung cepat. Salah satu pemuda itu memegang payudaraku sambil tertawa. Aq yang belum tahu apa-apa, shock.

Tapi ibuku lebih shock. Sambil menggendong adekku, dia menepis tangan lelaki itu dengan cepat. Dia pun berteriak copet. Namun, keegoisan manusia-manusia yang ada di tkp saat itu, membuat para pemuda tersebut lolos.

Aku masih mengingat dengan jelas muka sang pelaku. Dia turun eskalator dengan tertawa sambil memandangku.

Sementara ibuku masih sibuk memarahi satpam karena tidak menangkap lelaki itu.

Ibu lalu membawaku pulang setelah bisa menenangkan diri. Dia pun menanyaiku tentang segala macam. Maksudnya sih untuk menenangkanku.

Padahal, aq tidak merasakan apa-apa. Aku cuma merasa benci pada lelaki itu. Walau aq belum tahu apa itu pelecehan seksual.

Sejak kejadian itu, orang tuaku melatih kami untuk lebih waspada.

Tapi “selangkangan” seperti terpatri di pikiran sebagian pria. Seperti seorang pria yang baru kukenal tiga bulan ini.

Kalau ada mesin pencuci otak, aq bersedia cariin dia sponsor untuk cuci otak. Sudah dibilang stop ngomong seks, tetep aja keukeuh.

Ga peka! Apa ndableg ya?

Shit bgt pokoknya!

Yah, mudah2n dia cepat kawin lah, tapi yang pasti bukan denganku.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s