Gelang, Kaos, Celana Pendek, Sendal Jepit, dan Saya

Seperti ditampar. Ya, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya minggu lalu saat bertemu dengan para sahabat.

 

Tamparan yang saya terima ini hanya berupa pernyataan dan tidak terkait dengan perbuatan atau sikap saya ke orang lain, bahkan ke mereka. Pernyataan mereka juga tidak menghakimi saya. Pernyataan itu sangat sederhana dan bersifat spontan.

 

Pernyataan ini berhubungan dengan kebiasaan saya dalam berpenampilan. Saat itu, saya mengenakan kaos National Geography hitam hibahan teman seliputan, celana pendek Old Navy –yang juga berwarna old navy–, sendal gunung, gelang etnik dari Pandeglang-Banten, dan sebuah tas selempang biru tua.

 

Saya memulaskan sedikit eyeshadow coklat tua di kelopak mata serta lipgloss warna senada di bibir. Masih seperti biasa, wajah saya juga  tanpa bedak.

 

Kala itu kami sepakat bertemu di salah satu tempat makan di Plaza Semanggi. Sesampainya di tempat, kami saling menyapa dan tiba-tiba mereka berkata, “Wah, hari ini Bentang bedaa.”

 

“Apanya yang beda?” jawab saya. Sepontan salah satu dari mereka berkata, “Gelang, kaos, celana pendek, dan sendal jepit itu kan kamu banget. Kamu kan sudah lama tidak berpenampilan seperti ini.”

 

Deng!!!! “Iya ya,” pikirku. Sempat bengong sih..

 

Hmmm…. Pada pergantian tahun 2012, saya memang berjanji untuk memperbaiki penampilan. Yah, setidaknya enggak malu-maluin lah kalau diajak jalan teman-teman dan siapa tahu kan ketemu dengan jodoh di jalan ;p

 

Prosesnya memang tidak secara drastis. Namun, ada faktor eksternal yang membuat proses itu lebih cepat dari perkiraan. Mulai Februari, satu per satu kaos-kaos belel dan gombrong andalan, saya sumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan. Begitu pula dengan celana dan jaket yang juga sudah belel.

 

Perubahan penampilan saya mulai dari kaos memang. Kaos longgar mulai digantikan oleh kaos pas badan, tank top, cardigan, dan bolero. Pakaian semacam ini biasanya hanya saya gunakan untuk pertemuan keluarga dan kondangan. Namun, beberapa waktu ini selalu saya gunakan saat bekerja, ke mall, makan, atau ketika bertemu dengan teman-teman.

 

Sebenarnya kalau ditanya lebih nyaman memakai baju dengan gaya mana, dua-duanya nyaman bagi saya. Karena kalau di rumah, ibu selalu cerewet kalau saya pergi mengenakan kaos kedodoran dan celana pendek. Dia selalu menyuruh saya memakai celana jeans panjang atau rok. Begitupula dengan budhe –kakak ibu– yang selalu mengelus dada ketika saya datang ke rumahnya dengan menggunakan celana jeans sobek atau celana pendek dan menyarankan saya memakai rok atau dress.

 

Tapi, saya selalu berkata, “It’s not my style!” Konsep penampilan “layak” kami sangat berbeda.

 

Oleh karena itu, saya merasa tertampar dengan pernyataan para sahabat minggu lalu. Saya jadi berpikir tentang konsep berpakaian untuk diri sendiri. Saya kangen untuk berpenampilan cuek seperti dulu. Saking cueknya, saya pernah mengenakan pakaian olah raga SMA lho ke kampus. Padahal, waktu itu ada cowok yang sedang mendekati saya.

 

Sisi lain, saya juga tidak mau dipandang orang tak bisa mengurus diri sendiri. Maka dari itu, penampilan kucel saya ubah menjadi sedikit kinclong lah. Paling enggak, muka saya bersih –tidak kucel– dan baju tidak belel.

 

Mungkin beberapa hari ke depan, saya akan sering menggunakan kaos dan celana pendek. Walaupun kaosnya tidak sebesar dan sebelel dulu yah.

 

Selain itu, dalam berpenampilan, saya akan mengikuti suasana hati. Tak akan memaksakan diri harus tampil feminin. Saya juga berjanji tetap berpenampilan bersih walau mengenakan kaos dan celana pendek, biar tidak malu-maluin lah.

 

Tapi, di atas semua itu, apapun penampilan saya, saya ya saya. Tidak ada yang bisa mengubahnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s