Wow! Masjid Tertua di Indonesia Terbuat dari Putih Telur

Seumur hidup, aku baru tahu kalau masjid tertua di Indonesia masih ada dan ternyata masih berdiri dengan kokoh. Masjid tersebut berada di Pulau Penyengat, sebuah pulau di Kepulauan Riau yang tak jauh dari Tanjung Pinang. Uniknya, masjid ini terbuat dari campuran putih telur. Masjid Raya Sultan Riau namanya.

 

Sebagai jurnalis, naluri keingintahuanku pun muncul. Segera aku bertanya ke muazin masjid itu, Abu Zainal. Pria itu lalu mengisahkan pemimpin Pulau Penyengat saat itu, Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdul Rahman, mendapat bantuan bahan makanan dari negeri jajahannya antara lain berupa telur asin dan telur ayam ketika membangun masjid. Rupanya bantuan tersebut melebihi kebutuhan.

 

“Bahan makanan itu sampai dua kapal besar. Lalu, sang arsitek yang merupakan orang India berinisiatif, bagaimana kalau pakai putih telur sebagai pengganti semen. Putih telur itu lalu dicampur tanah liat, pasir, dan kapur,” tuturnya, Jumat (20/4/2012).

 

Wow!! Bagaimana bisa ya? Semen yang berasal dari putih telur ini dapat bertahan hampir dua abad lamanya. Bahkan, masjid ini belum pernah direnovasi atau dipugar. Hebat toh?

 

Zainal mengatakan sejak masid dibangun, pengurus masjid hanya melakukan pengecatan rutin selama empat tahun sekali. Penasaran, aku mencoba memperhatikan tembok bangunan itu dengan seksama. Tekstur temboknya jauh berbeda dengan tembok semen. Terlihat seperti ada serat-serat kecil di situ. Tembok Masjid Raya Sultan Riau inipun tidak ada yang miring atau hanya terkelupas.

 

Sejenak, aku terdiam saat memandangi masjid ini dengan sudut pandang (dalam arti sebenarnya) lebih luas. Masjid ini sederhana…sangat sederhana. Namun, justru terlihat mewah dalam kesederhanaannya.

 

Maksudku…terkait interior dan arsitektur bangunannya. Sebenarnya interior dan arsitektur dalam bangunan ini sangat sederhana. Tapi terlihat sangat berkilau. Bukan karena lampu kristal ya.. Entahlah…aku coba jelasin deh.

 

Bangunan yang unik ini memiliki panjang 19,8 meter dan lebar 18 meter. Tempat sembahyang tersebut disangga oleh empat tiang besar, atapnya berbentuk kubah sebanyak 13 buah dan terdapat empat menara. Jika dijumlah menjadi 17 buah, sama dengan jumlah rakaat sholat yang harus dikerjakan oleh umat Islam.

 

Tingginya bangunan membuat angin leluasa masuk dan udara menjadi cukup sejuk dibanding udara di luar yang saat itu sangat panas. Karpetnya pun cukup empuk. Warna kuning mendominasi di seluruh pelosok bangunan tersebut.

 

Lalu, masjid tersebut memiliki mimbar berwarna emas berukir dari Jepara yang berumur sama dengan bangunannya. Lampu-lampu hiasnya terbuat dari kuningan dan kristal. Masjid itu juga dihiasi dengan dua lemari perpustakaan Kerajaan Riau-Lingga yang pintunya terukir kaligrafi dan masih terawat dengan baik. Ada juga dua buah Al Quran yang ditulis tangan dan kitab-kitab kuno.

 

Konon, masjid yang berdiri pada 1832 Masehi itu merupakan sebuah mas kawin dari Sultan Mahmud untuk Putri Engku Putri Raja Hamidah. Masyarakat Pulau Penyengat yang bersedia bergotong royong membangun mesjid pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdul Rahman.

 

Keunikan masjid yang mampu menampung seluruh warga Pulau Penyengat ini menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan. Tempat ini kerap mendapat kunjungan dari pejabat-pejabat dan masyarakat umum. Terutama di hari Jumat.

 

“Pejabat, duta besar luar negeri, pernah ke sini. Terakhir, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin menyempatkan salat saat berkunjung ke sini,” ujarnya.

 

Abu Zainal mengungkapkan pengunjung juga sangat antusias ikut merawat masjid. Aku sempat tercengang mendengar jumlah uang kas masjid yang melebihi Rp500 juta. Itu belum termasuk sumbangan dalam bentuk dolar Singapura dan ringgit. Zainal mengatakan infak dan sumbangan pernah menyentuh angka Rp20 juta dalam satu hari. Subhanallah…

Image

Ini nih masjidnya..

Image

Lemari perpustakaannya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s