Abaikan

Usai hujan, Jakarta sejuk. Kangen rasanya dengan bau tanah basah. Kupacu motor butut kesayangku di seputaran Gandaria, Jakarta Selatan.

Hanya sedikit kendaraan yang melewati jalan itu. Nikmaaat….

Tiba-tiba kenikmatan tersebut dibuyarkan oleh bunyi yang kencang dari klakson mobil. Ternyata sebuah Inova silver sudah berada tepat di belakang “si hitam.”

What the Fu*#!!!

Sang sopir ternyata adalah seorang om-om berkepala botak dan berkaca mata. Tentu saja aku marah karena apa salahku yang sudah berkendara di pinggir jalan. Apalagi saat dia menyejajarkan kendaraannya denganku, dia mengeluarkan kepala sambil melotot.

Apa salahku?

Aku rasa itu om-om lagi mabok. Jadi hanya pelototan balik yang bisa aku tunjukkan sebagai bendera perang.

Kemudian terlintas kenangan tentang orang-orang kaya baru di sekilingku.

Mereka SELALU MENGANGGAP REMEH ORANG MISKIN

SELALU MENUNJUKKAN KEKAYAANNYA

SELALU TAK MAU KALAH dan SALAH

Mungkin om-om tadi termasuk dari orang kaya baru itu…jadi biar ALLAH YANG BALES OM…SEMOGA SELAMAT SAMPAI TUJUAN..SEMOGA BESOK MASIH BISA NYETIR DAN NGEBUT LAGI

#abaikan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s