Renungan Satu Suro

Malam kian larut… Motor Supra Fit buatan tahun 2004 milikku, tetap kupacu di kecepatan 40 kilometer per jam. Kecepatan yang pas untuk merasakan udara malam Jakarta di bawah temaram lampu jalanannya.

Mungkin karena rintik hujan lah yang membuat udara Ibukota menjadi sejuk. Rasa sejuk yang hampir tak pernah bisa ditemui di Ibukota. Dapat kurasakan bersihnya udara itu masuk melalui hidungku dan membasuh paru-paru. Membuatku ingin memiliki sepenuhnya malam ini… Terlalu indah untuk dibagi…

Well, sengaja aku tak langsung pulang ke kos setelah bercengkerama dengan Bunga, Kumis, Lombok, Chip, dan Bebe. Aku ingin merenung… Merenung tentang hidup ini…Hidup yang selalu aku anggap berbeda dengan orang lain… Hidup yang membuatku muak… Hidup yang kurasa berat untuk dilalui…

Hal pertama yang aku renungkan, kapan ini berakhir… Kapan aku dapat hidup as normal as the ordinary people..

Sejak kecil, aku selalu berusaha tidak menyerah dalam hidup… berusaha untuk menjadi lebih baik…dan berusaha memperbaiki keluargaku… Aku bukanlah tipe orang yang menyerah pada hidup.

Namun, kali ini…aku merasa lelah… Lelah berjuang…

Lalu, muncul pertanyaan, apakah aku bosan hidup? Apakah aku menyesal hidup? Apakah aku menyesal memiliki orang tua seperti mereka?

Aku mencoba menimbang dan mengingat kembali… Saat aku kecil, sangat jarang aku bertemu ibuku. Aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengan kakek dan nenekku…Tak tahu mengapa, aku merasa takut melihat ibuku…Bahkan Bentang kecil sempat berpikir, wanita itu bukanlah ibu kandungnya…

Namun, tiba-tiba aku teringat perkataan seorang cendikiawan, “Sebenarnya kita sendirilah yang memilih orang tua kita.” dan aku percaya itu… Pertanyaannya sekarang, apakah aku menyesal memilih mereka?

Dengan tegas, aku dapat mengatakan, “Tidak.” Aku tak pernah menyesali pilihanku…

Lalu, apakah aku bosan hidup dan memilih tidak dilahirkan?

Aku juga akan menjawabnya, “Tidak.”

Aku hanya lelah…

Jika aku tidak hidup, aku tidak akan merasakan cinta… cinta dari kakek dan nenekku… cinta dari sahabatku… Aku juga tak akan menikmati rasa mencintai…mencintai jerih payahku.. mencintai keluargaku… kekasihku… kakek-nenekku… dan sahabat-sahabatku…

Namun, bagaimana mengatasi kelelahanku ini? Aku hanya ingin beristirahat sejenak Ya Rob,, Aku ingin menikmati hidupku sendiri… Aku ingin mengelilingi negeri ini, tanpa memikirkan apapun!! Sekarang, hanya itu yang terpikir olehku untuk menghilangkan kelelahan ini.

Egois memang, tapi Ya Allah, beri aku kesempatan beristirahat..istirahat berjuang dalam perjuangan yang aku lakukan sendiri ini..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s