Peluk..

Actually, there’s a huge problem in my family..Apalagi kalau bukan masalah uang. Bagi orang, uang itu kawan. Tapi tidak bagi keluargaku. Semenjak kepergian kakekku, keuangan keluarga sangat kacau. Ya, kedua orang tuaku terbiasa hidup tanpa managemen keuangan dan hal itu sangat menyesatkan..

Puncak dari tak adanya managemen keuangan tersebut, ketika orang tuaku memutuskan berbisnis properti. Dulu, aku telah mengingatkannya. Namun, aku dianggap tak tahu apa2. Akhirnya, mereka meminjam modal di bank untuk meluruskan niatnya.

Inilah membuat keluargaku terlilit utang yang sangat besar. Sekarang, untuk makan pun, ibuku harus meminjam uang sekolah (ibuku adalah seorang guru). Aku pun membantu mereka untuk membayar uang listrik dan sekolah adikku. Rumah….statusnya tak jelas.

Mereka menjadikannya jaminan saat meminjam di bank. Jika kami tak melunasi utang dalam waktu sebulan…we’re homeless..

Kepala ini, serasa mau pecah ketika memikirkan hal itu. Terkadang, aku merasa sendiri… Aku ingin bercerita, tapi aku tak ingin semua orang tau tentang hal ini. Aku hanya butuh pelukan dari orang-oraang yang aku cintai…

Namun, satu per satu mereka pergi…..

Hingga dua tahun lalu, aku masih memiliki nenek yang bisa kupeluk ketika aku pulang.. yang mengusap kepalaku… memandangku tanpa berkata-kata… Namun, tatapannya penuh cinta dan kerinduan… selalu menanyakan apa kabarku… semua hanya untukku… Dia sekarang sudah berada di sisi Allah… tempat di mana dia tak kesakitan dan tersiksa karena penyakitnya…

Seseorang pun pernah hadir.. seseorang yang pernah menyayangi aku… selalu menenangkanku… dia tak bertanya ketika tangisku pecah… seolah dia tahu, hanya itu yang aku butuhkan… dia juga telah pergi, membangun kehidupannya sendiri..

beberapa waktu lalu, ada seseorang yang aku anggap kakak… Namun, ternyata cintanya semu… dia berkata, “percaya padaku.” Ketika aku percaya, dia justru bersikap berbeda..

Kemudian, sahabat… mereka punya kehidupan sendiri sekarang…

Ya Allah, Pelukan…aku ingin pelukan, tak lebih… Ya Allah, peluk aku agar hamba-Mu ini bisa melalui ujian-Mu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s