Mau Kaya..Jangan Jadi Wartawan!

Hmmm…dulu, aku “agak” menyepelekan kata-kata yang satu ini. Aku tahu, jadi wartawan TIDAK AKAN membuatku menjadi kaya. Namun, aku tidak mengira akan sejauh ini ketertinggalanku.. Huks…

Ya, boleh dibilang, aku sedang gamang. Aku merasa tertinggal jauh dengan teman-teman. Mereka sudah menabung uang belasan juta, sedangkan tabunganku masih 1 digit!! Damn!

Flash back…

Pertama memulai karir, aku merasa paling unggul dari teman-teman se-gank. Baik dari perusahaan, gaji, dan ketenangan batin. Apalagi, di antara mereka, aku yang paling cepat mendapat kerja.

Sampai akhirnya, aku tersandung oleh -yang katanya- “kebijakan” perusahaan. Kontrakku di “kerajaan” itu tidak diperpanjang setelah dua tahun bekerja. Aku mulai drop. Mulai dari pendapatan sampai semangat.

Aku harus memulai semuanya dari NOL!

Alhamdulillah, aku dapat pekerjaan yang tidak jauh beda dari sebelumnya. Kebetulan saat ini, aku berbicara soal materi. Jadi aku akan membahas dari segi materinya.

Gajiku di perusahaan baru, lumayan. Lebih tinggi sedikit dari sebelumnya.

Namun, beberapa minggu ini, aku merasa tertinggal jauh dengan lima teman yang dulu aku tinggal jauh. Untuk perbandingan saja. Aku memulai karir di Jakarta dengan gaji Rp2,7 juta per bulan. Sementara, teman-temanku belum bekerja. Lalu, gajiku naik menjadi Rp2,9 juta per bulan. Kebetulan salah satu temanku, A, dapat pekerjaan. Gajinya Rp2,5 juta.

Setahun kemudian, gajiku naik menjadi Rp3,2 juta per bulan. Gaji A masih tetap. Seorang temanku yang satunya, B, dapat pekerjaan dengan gaji Rp2 juta.

Dua tahun kemudian, penghasilanku NOL. Gaji A sudah Rp5,5 juta. Gaji B Rp2,1 juta.

Dua tahun empat bulan kemudian, gajiku Rp3,4 juta di perusahaan baru. Untuk ukuranku, angka ini lumayan besar karena cukup membiayai sekolah adikku dan bayar listrik di rumah. Aku juga bisa menabung, meski nominalnya kecil.

Aku sempat terkejut karena gajiku ternyata di bawah teman-temanku, baik si B, C, dan D -kebetulan E tidak berniat untuk bekerja-. Gaji B, Rp3,5 juta. Gaji C, -im not sure- Rp3,7 juta, itupun belum ditambah bonusnya yang bisa satu kali gaji.

Wooow…!!!!! Ga bisa berkata apa-apa……..

Aku cukup frustasi juga mengetahuinya. Mereka sudah bisa beli laptop -meski nyicil-, bisa nabung dengan angka dua digit. Walaupun, beberapa tahun kemudian, penghasilanku akan bertambah, aku tetap tak bisa menyainginya. Haduuuuh…

Dari beberapa hari lalu, aku berusaha mengatasi rasa iriku. Sebab, aku tidak ingin menjadi orang yang memiliki sifat iri. Aku berpikir keras, apa itu sebenarnya arti “kesuksesan,” apa itu arti kata “kaya.” Bagaimana meminimalisasi bahkan menghilangkan rasa iri ini.

Sebenarnya, sampai sekarang, aku belum menemukan arti dua kata itu dan cara mengatasi keiirianku.

Sementara ini, aku hanya bisa mengatasi perasaanku dengan mengingat perkataan Shafir Sanduk -aku lupa cara penulisannya, maaaaf Shafir-. Saat mengikuti pelatihannya, dia pernah berkata, “Kamu akan dikatakan kaya, kalau kamu punya tabungan.”

Aku kemudian, mengembangkan konsep itu, “Aku akan kaya jika aku bisa membuat tabunganku itu berkembang nilainya secara wajar.” Sebab, aku tidak mau tertipu dan termakan oleh ambisiku untuk menjadi kaya. Aku juga tidak mau menjadi orang yang ambisius.

Sedikit cerita, aku ingin memiliki banyak uang, karena aku berasal dari keluarga kurang mampu. Orang tuaku terlilit utang. Kami selalu kekurangan sejak kakek meninggal. Aku selalu harus mengalah jika ingin membeli mainan dan segala keperluan.

Alhasil, saat ini, aku tidak hanya menginvestasi uang di Tabungan Rencana Mandiri. Aku mulai menginvestasikan uangku untuk membeli kambing, akhir bulan ini. Dua bulan ke depan, aku akan membuka deposito di salah satu bank pemerintah. Aku pun bertekat untuk mengejar bonus bulanan. Hehehehe…

Tapi, satu hal yang selalu aku pegang. Aku tak akan pernah melacurkan profesiku!!! Sampai kapanpun!

Nah, makanya, kalau mau kaya, jangan jadi wartawaaaan……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s