Tangan Tak Bertanggung Jawab Jamah Goa Putri

Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya saya tiba di Baturaja. Setelah menjemput saudara saya (Erna) pemandu, dan petugas keamanan yang dikirim oleh kakaknya Erna, kami segera berangkat ke Goa Putri. Objek wisata ini berjarak 35 kilometer dari Baturaja, itu berarti diperlukan waktu sekitar 1-1,5 jam untuk ke sana dari ibukota Ogan Komering Ulu (OKU) tersebut.

Goa Putri adalah salah satu tempat tujuan wisata andalan di Sumsel, khususnya OKU. Letak goa sekitar satu kilometer sebelah selatan jalan lintas Sumatera antara Baturaja-Muara Enim. Goa itu dipenuhi bebatuan stalaktit dan stalagmit. Stalaktit adalah bentukan berkapur yang banyak dijumpai dalam goa batu kapur. Stalaktit umumnya berupa ujung tombak dan gerigi tajam yang bergantung di langit-langit goa. Sementara stalagmit berbentuk kerucut yang tegak di dasar goa. Goa Putri memiliki stalaktit dan stalagmit yang bertemu sehingga membentuk tiang.

Sama seperti perjalanan dari Palembang ke Baturaja, perjalanan Baturaja ke Goa Putri ini juga hanya ada hutan, hutan, dan hutan. Namun, di sepanjang jalan tersebut banyak masyarakat yang menjajakan hasil buminya. Nah, hasil bumi yang terkenal di sana adalah buah-buahan, yaitu buah rambutan, duku, dan durian. Wow, sedaaaap. Sayangnya, kami tidak bisa berhenti karena ingin sampai ke Goa Putri tepat waktu. Maklum, saya hanya punya waktu seminggu di Sumatera Selatan, sehingga sore nanti harus sudah sampai di Muaradua, ibukota Kabupaten OKU Timur.

Setelah sampai Goa Putri, ternyata tempat wisata ini sesuai dengan bayangan saya. Hanya saja, aslinya lebih asri dan sejuk dan saya tidak menyangka jika sesepi ini. Tidak ada satupun wisatawan yang berada di situ sebelum kami.

Meski sepi, tapi petugasnya tidak melakukan penipuan dengan me-mark up alias menaikkan bea masuk. Dia bahkan menerangkan jika harga yang tertera di tiket adalah harga pas tahun baru lalu. “Harga normalnya Rp5.000 mbak, ini tiket tahun baru jadi harganya Rp7.500. Mbak bayar Rp5.000 saja. Tapi tiketnya habis,” jelasnya.

Saat masuk, kami pun dikawal oleh seorang pemandu. Dia yang bertugas menerangkan isi gua yang dipercaya sebagai bekas sebuah desa. Ada bebatuan lebar yang bisa diduduki atau bahkan ditiduri. Batu ini, dipercaya sebagai tempat untuk bermusyawarah warga desa tersebut. Pengelola mengizinkan pengunjung untuk duduk-duduk ditempat itu atau menggelar perbekalan dan makan di sana. Ada juga dua buah stalaktit dan stalagmit yang bertemu. Satu, konon, digunakan sebagai tahta raja dan satunya adalah gong.

Masih menurut legenda yang dipercaya warga desa sekitar, goa itu sendiri terbentuk akibat kutukan seorang sakti mandraguna yang dikenal dengan nama Si Serunting Sakti alias Si Pahit Lidah.

Secara umum, goa ini gelap, meskipun beberapa bola lampu listrik dengan daya lima watt dipasang di beberapa lokasi. Suasana temaram goa lebih menunjukkan suasana magis di dalamnya. Namun, suasana magis membuat goa tersebut terlihat begitu eksotik. Entah bagaimana cara mendiskripsikannya. Yang bisa terucap hanyalah, “Wow, luar biasa.”

Sayangnya, di beberapa batuan diwarnai oleh corat-coret cat. Tangan-tangan jahil telah merusak situs tersebut. Namun, pengelola tidak bisa berbuat apa-apa karena cat tersebut susah untuk dihilangkan dibebatuan yang berpori besar itu. Ini membuktikan kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten OKU. Seharusnya, pemerintah memberikan perhatian lebih kepada objek wisata yang katanya merupakan salah satu andalan Kabupaten OKU. Goa yang sarat dengan kisah kehidupan masa lalu itu kini terusak dan lama-kelamaan akan tenggelam seiring dengan berkembangnya sarana wisata modern di Sumatera Selatan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s